snack kiloan

SEJARAH PENEMUAN LUMPIA

Tahukah anda siapa yang kesatu kali mengejar lumpia? Dikutip darim laman www.kompasiana.com berikut ialah asal usul dari lumpia.
Lumpia goreng walau digelari Lumpia Semarang, bukanlah ciptaan orangSemarang. Dalam satu tahun Imlik, Tionghoa memiliki 24 perayaan musim yang dibuka dari Tangce atau winter solstice yang berurutan masing-masing 15 harian. Pada tiap perayaan musim itu ada yang disertai dengan makanan chas guna perayaannya, laksana dumpling jiao-zi guna Tangce, kue keranjang guna Sincia, ronde mengandung kacang manis guna Cap-goh-meh, bacang untuk pesta rakyat pacuan perahu Doan-wu, pia rembulan pada Tiongchiu, dan lumpia yang adalahhidangan chas sesudah upacara pembersihan makam leluhur pada Ceng Bing. Dibelakang seluruh hidangan chas perayaan musim tersebut,masing-masing pun ada kisah dan sejarahnya.
Apa sangkut pautnya Lumpia dengan Ceng Bing?
Bisa dikisahkan sebagai berikut: Sebelum Ceng Bing adalahhari perayaan pembersihan makam leluhur Tionghoa masing-masing 5 April laksana sekarang, melulu adalahsalah satu hari perayaan musim yang bermaksudpenjemputan musim Semi disekitar 104-106 hari sesudah Winter Solstice, yang adalahsehari cuti untuk sekeluarga ber-piknik semenjak lebih dari dua ribu tahun yang lalu, sampai adanya sebuah peristiwa yang terjadi dipermulaan abad 7BC, dimana Tionghoa dibagi-bagi negeri adipati diachir jaman Dinasti Zhou yang dinamakan masa Chun-jiu / Spring-Autumn (770-476BC), terdapat seorang pangeran negeri adipati Jin yang melarikan diri sebab perebutan tahta dinegerinya yang terletak dipertengahan Shanxi sekarang, dia jatuh sakit dan terawat baik oleh seorang warga disuatu dusun, sesudah dia sukses kembali kenegerinya dan merebut status adipati sebagai Jin Wen Gong (晋文公) pada tahun 638BC, baru sadar bahwapengobatan penyakitnya sewaktu dipengungsian tersebut berkat diberi minum obat kaldu yang menggunakan daging dari pahanya si orang kampung itu yang mempunyai nama Jie Zi-tui. Namun Jie selalu menampik hadiah dan status yang ditawarkan Jin Wen Gong, justeru achirnya juga bareng ibunya bersembunyi didalam bukit dipegunungan Mian-shan.
Karena dalam segala upaya Wen Gong mencarinya tetap percuma menemukannya, maka dipakailah siasat api menghanguskan semak-semak bukit disekitarnya,menginginkan Jie dan ibunya dapat dipaksa terbit dengan asap, namun api tidak terkendali dan lantas diketemukan mayat hangus kedua orangtersebut yang berangkulan disebelah sebatang pohon yang telah menjadi arang. Wen Kong menyesal atas perbuatan yang tidak budiman sehingga menewaskan orang yang pernah mengamankan jiwanya itu, dan diperintahkanlah untuk sekalian rakyatnya bahwa pada hari tersebut supaya diperingati sebagai Hari Nyepi, yang tidak diizinkan menyulut api, memasak makanan, terbit dari lokasi tinggal maupun berisik, maka timbulah tradisi Han-shi yakni “makan dingin” pada hari tersebut yang kebetulan jatuh pada sehari sebelum hari tradisional kia-kia di-musim Semi yang dikemudian hari pun disebut Ceng Bing.
Istilah Ceng Bing yang berarti “cerah dan gemilang” ini berasal dari sabda Kaisar Han Guang-wu-di Liu Xiu (5BC-57AD) yang merasa lega sesudah menumpas semua pemberontak Wang Mang dan membina kembali kemakmuran negaranya setelah beralih ibukota dan menegakkan Han Timur, yang padasebuah hari dimusim Semi yang terang berkatalah: “Tian achirnya Ceng Bing” yang artinya “kerajaan sudah damai dan tentram kembali”. Haritersebut kemudian menjadi hari raya dimana bangsa Tionghoa Han mempergunakannya guna sehari berlibur bareng keluarga pergi kia-kia atau piknik terbit kota yang sampai kini masih dinamakan chun-you / 春游. Di-Tiongkok sekarang, dimana pada lazimnya orang mati dikremasi lantas abunya ditaburkan tanpa adanya kuburan lagi, pada Ceng Bing tetapdigunakan orang guna piknik chun-you laksana dulu kala.
Karena hari chun-you itu jatuhnya pada sehari sesudah hari adat Nyepi yang dinamakan Han-shi 寒食yang dalam tradisi bermakan segala yang dingin,guna sangu makanan diperjalanan chun-you pun disediakan chun-pan/(spring platter) yang adalahmakanan dingin yang terdiri dari bawang daun, bawang putih, kucai, daikon, moster dan lain-lain sayur-sayuran segar yang berasa pedas digulung dalam lembaran kulit pancake yang tercipta dari tepung, dan diatur rapih diatas piring yang lebar, sehingga pun disebut piringan lima sayur pedas, wu-xin-pan/五辛.Kebiasaan ini sudah paling populer dijaman Dinasti Han Timur, dan sewaktu Dinasti Jin Timur (317-420AD) yang ibukotanya di-Nanjing sekarang, telah disebut chun-juan (春卷) alias spring roll yang menyebar didaerah selatannya Yangtze River, setelahnya, chun-juan ialah sinonim dengan lunpia/lumpia.
Lama kelamaan, hari Han-shi dan Ceng Bing yang bertolak belakang hanya sehari bergabung menjadi hari peringatan untuk leluhur dengan ritual Tionghoa mendatangi dan mencuci semak-semak kuburan yang seringkali memang terletak dipegunungan, dan dari tradisi santap dingin Han-shi itu berkembang menjadi kelaziman makan lumpia pada hari raya Ceng Binghingga ini hari.
Terjadi revolusi bahan isi chun-juan diwaktu jaman Dinasti Tang (618-906AD), dari yang semula adalahhidangan dingin vegi, sekarangdiperbanyak isi bahan dagingan yang dimasak, yang lantas dibawa orang Tanglang ke Hokkian dan disana dinamakan lunpia atau lafal Jawa: lumpia, yakni pia musim Semi atau pia lunak, sebab semulanya tidak digoreng.
Penasaran dengan rasa keripik kulit lumpia yang gurih dan renyah? Silakan hubungi kami di
Website: https://grosirmakanankiloan.blogspot.com
FB: absnack8
IG: snackkiloanab
Telepon : 082243920831




Komentar